posong_3

9 Koleksi Foto Cantik Sunrise Posong Bulan Desember

Menikmati pesona sunrise terindah terkadang kita harus berjuang untuk menggapainya, seperti mendaki gunung, melewati medan curam dan licin. Tidak semua wisatawan bisa melakukanya, terlebih faktor usia dan kondisi fisik. Berbeda dengan sunrise di Posong semua wisatawan/pengunjung dapat menggapainya dengan mudah, tak perlu berjalan kaki lagi, karena mobil bisa langsung sampai lokasi.

sunrise posong

Posong merupakan alternatif tempat untuk melihat sunrise, lokasinya tidak begitu jauh dari Dieng, Wonosobo.  Dapat dijangkau sekitar 50 menit dari Kota Wonosobo.

Pemandangan yang ditawarkan di Posong tak kalah dengan tempat lainnya, lokasinya dihimpit oleh dua Gunung besar, yakni Sindoro dan Sumbing. Koleksi foto-foto sunrise Posong lainnya silahkan klik disini

Selain menikmati kecantikan sunrise di posong, wisatawan dapat melakukan berbagai aktifitas seperti outbound, camping dan lintas alam.

sawah-di-wonosobo

Selamat pagi Wonosobo

Pertama yang terpikir ketika berada di Wonosobo adalah daerah Pegunungan dengan suhu udara sejuk dan pemandangan yang indah sehingga banyak orang yang kerasan tinggal di kota ini. Wonosobo merupakan kota kecil yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Keadaan kota yang tidak terlalu ramai dan dibilang hanya memiliki daerah perkotaan yang kecil akan tetapi daerah-daerah pedesaannya luas.

Saat pagi mulai tiba udara segar dapat kita rasakan ketika membuka jendela. Burung-burung berkicau dan mengiringi pagi hari yang cerah. Wonosobo merupakan kota yang asri, kita akan melihat banyak deretan pegunungan, seperti Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing seolah-olah membentengi kota Wonosobo.

Terlepas dari keadaan pusat kota, jika kita berjalan–jalan di pagi hari ke daerah pedasaan banyak hal unik yang akan kita dapatkan, seperti menyaksikan para petani sedang mencangkul sawahnya, menggaru secara tradisioal dengan menggunakan kerbau/sapi yang saat ini mungkin sudah jarang di gunakan karena sudah tergeser dengan peralatan modern seperti traktor.

Bila singgah di kabupaten Wonosobo anda masih bisa meihat petani masih menggunakan peralatan ala tradisional. Para ibu-ibu terlihat sangatlah rajin, di pagi hari mereka sudah di sawah-sawah dan melakukan aktivitas pertanian. Ibu-ibu pedesaan ini membantu menanam pagi dengan gaya yang khas menggunakan caping gunung dengan baju jawa mereka dan tapih luriknya.

Karena keindahan alamnya banyak para pendatang yang sering berkunjung ke kota Wonosobo bahkan rasanya enggan untuk kembali ke kota mereka apalagi yang biasa hidup di kota metropolitan yang terbiasa dengan udara panas, penuh polusi dan kemacetan.

ini_sunrise_sunset_3

Ini Sunrise apa Sunset ?

Berburu sunrise maupun sunset menjadi pilihan tersendiri saat melakukan perjalanan wisata. Ada sebagian orang yang mengagumi keindahan sunrise ada juga yang senang menikmati sunset. Banyak perbedaan jika kita mengamati matahari yang hendak muncul di pagi hari atau sering disebut juga sunrise dan matahari yang akan tenggelam di sore hari.

Durasi matahari terbit dan matahari terbenam juga berbeda. Kita akan merasakan detik detik munculnya matahari terbit dengan durasi yang lebih lama. Akan tetapi akan berbeda saat menikmati matahari tenggelam, waktunya sangatlah singkat hanya durasi kurang lebih 60 detik saja.

Waktu munculnya matahari terbit di bukit Sikunir Dieng juga tergantung pada bulan-bulan dalam 1 tahun. Hampir setiap bulan dari bulan Januari hingga Desember mencul dengan waktu berbeda. Biasanya saat musim kemarau sekitar bulan July, Agustus, September sunrise yang terlihat di bukir sikunir lebih siang di banding musim penghujan seperti bulan oktober hingga Juni. Biasanya muncul pukul 5.45 pagi. Sedangkan di musim penghujan waktu munculnya matahari terbit yang terlihat dari bukit ini adalah sekitar pukul 05.15 terlihat lebih awal.

Terkadang banyak orang yang bertanya kapan waktu yang tepat untuk menikmati sunrise. Sebenarnya semua bulan bagus untuk menikmati sunrise tapi memang ada kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Jika saat kemarau tiba kita akan bebas menikmati pemandangan alam tanpa terhalang hujan. Contohnya saat mengejar sunrise di bukit sikunir. Di bulan-bulan kemarau hampir setiap hari bisa mendapatkan sunrise yang sempurna dengan warna langit biru merata tanpa terhalang kabut hanya saja fenomena negeri di atas awan tidak di dapatkan. Waktu durasi saat muncul sunrise pun biasanya merata yaitu sekitar 2 sampai 3 menit.

Ini sangat berbeda saat berburu sunrise di musim penghujan seperti dari bulan Oktorber hingga bulan Mei maupun Juli. Meskipun di bulan penghujan tidak akan menyurutkan para pengunjung untuk mendapatkan fenomena matahari terbit dari Bukit Sikunir. Para wisatawanpun masih terlihat ramai berbondong-bondong pergi mendaki Bukit Sikunir demi kata sebuah pernah dan ingin benar benar melihat sikunir sunrise. Sebenarnya di bulan-bulan penghujan merupakan moment yang di tunggu tunggu bagi siapapun yang hendak merasakan sebuah Negeri di Atas Awan Dieng. Karena di saat inilah gumpalan awan yang muncul di bawah bukit sikunir terlihat kental bahkan seperti kapas ataupun lautan awan. Gradasi warna sebelum sunrise yang di sebut golden sunrise juga tidak kalah dengan sunrise di bulan kemarau. Warna-warna yang muncul lebih cerah dan beraneka warna karena ada pantulan sinar matahari yang begitu kuat di pagi hari. Ada hal negative juga yang kita dapatkan jika berburu sunrise di bulan penghujan. Jika cuaca tidak mendukung terkadang awan atau yang disebut kabut terlalu over hingga menutupi seluruh bukit sikunir sehingga sunrise pun tidak akan di dapat. Durasi sunrise di bulan penghujan pun sama seperti di musim kemarau sekitar 2-3 menit hanya saja munculnya lebih awal.